
Nissan Hyper Force menjadi konsep kelima di Japan mobility Show 2023. (Foto: Nissan)
GOOTO.COM, Jakarta - Baterai menjadi komponen yang dituding penyebab harga mobil listrik mahal. Hal tersebut yang membuat daya beli kendaraan listrik menjadi rendah.
Namun, untuk menekan harga baterai terdapat alternatif baterai LFP (Lithium Iron Phosphate). Memakai material besi, diklaim membuat ongkos produksinya jauh lebih murah dan lebih tahan lama ketimbang menggunakan nikel dan cobalt.
Dikutip dari Electrek, Nissan disebut-sebut berencana memproduksi baterai LFP guna menekan harga mobil listrik mereka. Diklaim, biaya produksi baterai LFP lebih murah 20-30 persen dibandingkan lithium-ion dengan NCM (nikel-cobalt-mangan).
Menurut laporan baru dari Nikkei, Nissan berencana mulai memasang baterai LFP yang lebih murah di kendaraan listrik. Kendaraan listrik tersebut akan dijual di pasar negara berkembang pada awal 2026.
Meski biaya produksi LFP lebih murah 30 persen ketimbang baterai lithium dengan bahan dasar nikel, cobalt, dan mangan, namun baterai ini memiliki beberapa kelemahan. Baterai LFP memiiki kepadatan energi lebih rendah sehingga jarak tempuh mobil listrik yang memakainya juga lebih pendek.
Namun, kondisi tersebut masih cocok untuk kendaraan listrik yang ditujukan untuk medan perkotaan. Nissan pun saat ini sedang mengembangkan teknologi baterai terbaru di fasilitas riset dan pengembangannya di Jepang.
Dalam laporan itu juga menyebutkan Nissan bisa membuat baterai LFP sendiri di pabrik Yokohama dibandingkan fasilitas produksi lainnya. Saat ini, Nissan tengah mencari mitra untuk mengembangkan teknologi baterai tersebut dan memungkinkan untuk impor dari luar perusahaan.
Pilihan Editor: Nissan X-Trail Mountain Rescue Kawal Pemain Ski
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto