
Jetour Dashing di IIMS 2025. (Gooto/Dicky Kurniawan)
GOOTO.COM, Jakarta - Dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Jetour membedah soal konsep Travel+ pada desain mobil Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus. Dalam desain ini, Jetour mencoba menghadirkan energi, inovasi, dan inspirasi budaya tradisional dalam satu kesatuan gaya modern.
Jetour mendefinisikan konsep Travel+ ini dengan menggabungkan elemen klasik dan futuristik untuk menciptakan kendaraan. Chief Designer Jetour Design Center Pan Zenbho mengatakan bahwa desain ini menyeimbangkan alam, manusia, dan teknologi, menghormati budaya Timur, dan menggunakan teknik serta sentuhan modern.
"Kami mencari harmonisasi antara tradisi dan inovasi. Desain kami adalah perpaduan antara keindahan estetika dan fungsionalitas mutakhir yang memperhatikan detail secara seksama," kata Pan.
Jetour Dashing dirancang untuk memenuhi selera dinamis generasi muda dengan memadukan desain sporty, teknologi mutakhir, dan fitur-fitur unik. Bagian interiornya mengadaptasi gaya mecha technology.
Bodi SUV ini disebut proporsional dan terlihat seperti sedang melaju meskipun berhenti atau disebut diving posture. Tampilan dinamis terlihat pada sisi bodi berdimensi dengan permainan cahaya, bayangan, dan lengkungan roda yang lebih besar.
Kesan modern nan gagah terlihat di bagian depan mobil ini dengan tampilan dua lampu ramping di atas dan grille frameless yang terintegrasi dengan lampu utama. Grille ini terinspirasi dari arsitektur tradisional oriental dengan detail ritme seperti dinding berlapis yang membentuk pola 'V'.
Bagian belakangnya terinspirasi dari senjata tradisional dari Timur. Kemudian bagian lampu belakang Jetour Dashing ini memiliki desain abstrak dan modern yang menjadi ciri khas.
Sementara itu, untuk Jetour X70 Plus mengusung desain proporsional dan seimbang berkat penggunaan rasio emas. Garis-garis bodinya bertemu di satu titik dan penempatan roda serta jarak roda depan dan belakang yang diklaim memiliki jarak ideal.
Fender depan sampai ke lampu belakang, serta lampu-lampu yang terang, menghubungkan seluruh komponen eksterior, juga desain skirt yang dinamis. Bagian depannya menampilkan lampu utama yang besar dan grille depan bergaya sisik naga. Bagian belakangnya terinspirasi dari lentera tradisional lampu sembilan kristal.
Pilihan Editor: Suzuki Jimny 5 Pintu Jadi Buruan Para Artis Sultan
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto