
Honda CR-V 2024 gunakan teknologi e:PHEV plug-in hybrid. (Foto: Honda)
GOOTO.COM, Jakarta - Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy mengatakan perlu ada terobosan baru untuk bisa meningkatkan penjualan mobil hybrid.
Meskipun sudah ada insentif mobil hybrid tiga persen dari pemerintah, namun Billy mengatakan perlu ada kebijakan lain untuk mendorong minat masyarakat terhadap mobil elektrifikasi yang satu ini.
"Untuk kebijakan fiskal sudah dikasih tiga persen relaksasi, kami sangat berterima kasih. Tetapi kalau bisa dimasukkan yang non-fiskal, pembebasan ganjil genap. Saya rasa market akan lebih agresif lagi," kata Billy saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Billy menuturkan wilayah Jakarta memiliki kontribusi yang besar terhadap penjualan. Dia meyakini, jika insentif non-fiskal seperti bebas ganjil genap untuk mobil hybrid, penjualan mobil hybrid bisa meningkat, khususnya di wilayah Jakarta.
"Jakarta itu biasanya kontribusi besar, sekitar 20-25 persen dari total penjualan. Kalau itu diberikan stimulus lagi, non fiskal, dengan bebas ganjil genap, kami yakin bisa meningkatkan market Jakarta," ucapnya menjelaskan.
Billy mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang belum ingin memiliki mobil listrik. Kebijakan non fiskal yang diberikan untuk mobil hybrid, tentu bisa membuat mobil bertenaga mesin pembakaran dan motor penggerak ini, semakin diminati konsumen.
Untuk diketahui, Pemerintah mengumumkan pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk mobil hybrid. Adapun besaran insentif pajak yang diberikan ini sebesar 3 persen.
Pilihan Editor: Hasil F1 Cina: Oscar Piastri Juara, Lewis Hamilton dan Verstappen Gagal Podium
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto