
Geely EX5. (Foto: Gooto/Dimas Prassetya)
GOOTO.COM, Jakarta - Geely Auto Indonesia bakal kembali memperkenalkan mobil baru di tahun 2025 untuk melengkapi line up kendaraan mereka tahun ini. Brand Director Geely Auto Indonesia, Yusuf Anshori memastikan kehadiran model tersebut meski belum ada detail pasti mengenai unit yang bakal dikeluarkan.
Namun Yusuf memastikan model yang akan diperlihatkan di GIIAS tersebut merupakan mobil listrik. Masyarakat pun dapat menyaksikan setidaknya satu model baru Geely, sebelum resmi diluncurkan di pasar tanah air.
“Jadi nanti ya itu, di GIIAS momen akan kelihatan. Apakah kita luncurkan atau tidak, mobil yang mana gitu. Nah itu belum bisa kita diskusikan. Masih perkenalan juga gitu kan, dan belum official. Jadi kita baru akan showcasing. Jadi cuma kasih teaser-teaser aja. Dibilang konsep sih bukan. Udah jadi,” kata Yusuf beberapa Waktu lalu.
Saat ini, Geely Indonesia mengaku ingin fokus untuk mengembangkan pasar EX5 sebagai produk yang telah beredar di pasar lokal. Selain karena masih harus melakukan upaya branding ke masyarakat, beberapa negara seperti Indonesia memang masih difokuskan untuk penjualan unit model tersebut.
“Tapi kita juga akan lihat marketnya seperti apa. Walaupun sekarang kan, tadi mas attention brand sebelah ya, tapi kan mungkin kita harus tetap lihat ya, 6 bulan ke depan, 1 tahun ke depan gitu ya, marketnya apakah masih oke atau enggak gitu,” sambung Yusuf.
Namun, Geely siap untuk menghadirkan tipe-tipe model lain ke pasar lokal apabila memang diperlukan, mengingat daftar mobil listrik Geely di Cina yang sangat lengkap.
“Tapi kalau misal ditanya apakah nanti bisa, kita line-up nya punya,” tambahnya.
Tidak hanya itu, tahun 2025 ini Geely juga akan mengembangkan jaringan dealer resmi di seluruh wilayah Indonesia. Target yang akan dibangun sebanyak 40 dealer, termasuk bulan ini yang akan turut expand ke beberapa daerah, seperti Bandung, Surabaya, Batam, dan Bali. Pembangunan tersebut berikut dengan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di setiap dealer.
“Kalau misalnya di luar dealer tadi gitu, sebetulnya kita bukannya tidak mau ya mas ya, tapi kan kita juga masih mendukung program pemerintah, dan kita juga baru kan kemarin mendatangkan MOU dengan PLN. Jadi memang approach pertamanya kan ke situ. Dengan shareholder terkait listrik charging, home charging,” tutup Yusuf.
RIFQI DHEVA ZA’IM| ERWAN HARTAWAN
Pilihan Editor: Pengujian BBM Pakai Oktis-2, 4 SPBU RON-nya Tak di Bawah Standar
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto