
Pengisian ulang motor listrik Maka Cavalry. (Foto: Maka)
GOOTO.COM, Jakarta - Motor listrik sudah mulai menjadi pilihan populer sebagian masyarakat Indonesia. Meski beberapa kalangan masih meragukan, motor Electric Vehicle (EV) nyatanya telah membanjiri pasar otomotif lokal dengan menghadirkan desain-desain modern khas mereka.
Memahami cara kerja motor listrik dan kondisi ekosistem segmen tersebut sangat penting sebelum memutuskan untuk membelinya. Pasalnya, membeli tanpa berpikir lebih panjang dapat berakibat pada keputusan tidak tepat atau bahkan berujung pada penyesalan.
Kali ini Gooto telah merangkum beberapa hal dasar yang perlu dipahami atau bahkan bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli produk motor lisrik. Berikut daftar lengkapnya:
1. Cara Kerja Motor Listrik
Hal pertama yang perlu dipahami adalah cara kerja dari motor listrik. Dengan mengetahui sistem kerja dari setiap komponennya, pengguna dapat lebih memahami kondisi maupun kendala yang dialami selama menggunakan produk EV. Hal ini tentu lumrah dilakukan oleh pengguna motor, sekalipun motor konvensional.
Singkatnya, motor listrik beroperasi dengan menyematkan prinsip elektromagnetisme untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Proses ini bermula dari baterai yang menyalurkan energi listrik melalui kontroler elektronik ke motor. Kontroler juga berperan dalam mengatur aliran listrik dan mengontrol kecepatan serta torsi motor.
2. Perbedaan dengan Motor Konvensional
Sebelum beralih dari motor konvensional, masyarakat sebaiknya memahami tentang perbedaan yang dimiliki oleh motor listrik dengan motor berbahan bakar bensin. Upaya ini dapat membantu pengguna untuk menyesuaikan kebutuhan dan beradaptasi dengan perbedaan karakter yang mereka miliki.
Perbedaan tersebut meliputi sumber dan efisiensi energi, performa dan responsivitas, suara yang cenderung tidak terdengar pada motor listrik, dan lain sebagainya.
3. Biaya Perawatan
Calon pembeli motor listrik perlu mempertimbangkan estimasi biaya perawatan yang dibutuhkan untuk menjaga motor listrik agar tetap dalam kondisi prima. Hal tersebut dapat ditanyakan secara jelas sebelum membeli produk EV. Selain itu, ketersediaan akses layanan perawatan juga perlu dipertimbangkan.
4. Kebutuhan Mobilitas Berkendara Harian
Kebutuhan berkendara penting untuk menjadi pertimbangan sebelum membeli motor listrik. Langkah ini dapat membantu pengguna untuk menyesuaikan kebutuhan dengan tipe atau model motor yang sesuai dengan pola mobilitas masyarakat. Pertimbangan tersebut meliputi kegunaan kendaraan, jarak tempuh harian, kondisi jalan wilayah, dll.
5. Akses Pengisian Daya
Akses pengisian daya masih menjadi kendala di beberapa daerah, terutama di daerah pedesaan. Sehingga, apabila ingin membeli motor listrik, pastikan wilayah atau rute yang kerap dilalui tersedia lokasi pengisian daya.
Perlu diperhatikan, menggunakan motor hingga baterai habis sangat tidak dianjurkan sehingga perlu memperhatikan jarak rute yang ditempuh. Isilah daya ketika kapasitas baterai menyentuh 20-30 persen.
6. Spesifikasi Motor Listrik
Langkah selanjutnya adalah memilih motor EV dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Pahami mulai dari performa, seperti tenaga mesin, kecepatan maksimal yang dapat ditempuh, kemampuan akselerasi, kemampuan menanjak, hingga kualitas baterai seperti jenis yang digunakan, kapasitas, estimasi jarak tempuh, serta daya tahan keamanan.
Pilihan Editor: Pengujian BBM Pakai Oktis-2, 4 SPBU RON-nya Tak di Bawah Standar
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto