
Siswa SMK 2 Surakarta membongkar pintu mobil Esemka di Solo Techno Park, Rabu (21/3). TEMPO/Ukky Primartantyo
TEMPO.CO, Surakarta - Kecewa lantaran mobilnya tak kunjung diproduksi, sebanyak 700 calon konsumen Esemka membatalkan pesanan. Menurut juru bicara PT Solo Manufaktur Kreasi, Sabar Budi, mereka tidak sabar karena sudah menunggu lebih dari tiga bulan. "Tapi mau bagaimana lagi, Esemka-nya belum selesai dibuat," kata dia kepada Tempo di kantornya, Rabu 29 Mei 2013.
Sabar mengatakan, dalam sebulan, Solo Manufaktur Kreasi bisa membuat 20-40 unit Esemka. Selain di Solo sport utility vehicle (SUV) Esemka dibuat di Cikarang Bekasi. Dengan kapasitas produksi yang ada, konsumen harus menunggu pesanannya tiba dalam 3-5 bulan. "Mereka sudah tahu, tapi tetap membatalkan pesanan," ujarnya.
Meski begitu, Sabar menjamin para calon konsumen Esemka tidak dirugikan. Sebab, mereka belum menyetor uang muka sepeser pun pada pabrikan. Para pemesan, kata dia, baru menyerahkan surat konfirmasi pesanan Esemka. "Tidak masalah ketika akhirnya tidak jadi membeli."
Hingga saat ini, Solo Manufaktur sudah menyelesaikan 40 unit Esemka Rajawali. Sejak diluncurkan pada 2012, perusahaan ini sudah mengantongi 700 calon konsumen. Mobil Esemka Rajawali dibanderol seharga Rp 95-170 juta.
Meski banyak yang membatalkan pesanan, Sabar mengklaim peminat mobil nasional ini belum surut. Dalam sehari muncul 5-20 pesanan baru dari perorangan, instansi pemerintah maupun perusahaan swasta. Salah satunya Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. "Semuanya sudah diserahkan, dan sisanya segera dipenuhi," katanya.
UKKY PRIMARTANTYO
Topik Terhangat:Tarif Baru KRL | Kisruh KJS | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah
Otomotif TerpopulerDi Eropa, Nissan LEAF Berubah Jadi TaksiMobil Bekas Balapan Le Mans Laku Rp 120 MiliarMercedez Benz Bakal Tarik 6.000 New A-classKIA Akan Luncurkan Varian Terbaru CarensCuma 80 Unit, Audi Q5 PI Dibanderol Hampir Rp 1 M