
Mobil Ferrari 458 Speciale dipajang dalam acara Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2016, Jakarta, 11 April 2016. Meski perusahaan Ferrari tak hadir dalam acara IIMS 2016, namun beberapa pemiliki Ferrari yang disebut dengan Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) memajang empat mobil asal Italia tersebut. TEMPO/Fajar Januarta
TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil mewah asal Italia Ferrari optimistis bisa menjual lebih dari 10 ribu unit kendaraan per tahun pada 2025, dengan adanya perubahan strategi bisnis.
Sejak memutuskan keluar dari Fiat Chrysler pada awal tahun ini, Ferrari memang berada di bawah tekanan untuk membuktikan kemampuannya dalam meningkatkan keuntungan tanpa naungan grup perusahaan yang lebih besar.
Dikutip dari Reuters, Selasa, 8 November 2016, Ferrari telah berkomitmen menjual 8.000 unit mobil pada tahun ini dan secara bertahap akan meningkat menjadi 9.000 unit pada 2019.
Perusahaan tersebut berjanji bahwa kendaraan yang dipasarkan mulai 2019 telah memiliki elemen hybrid (kombinasi antara mesin bensin dan listrik). Terobosan inilah yang dipercaya bisa meningkatkan volume produksi.
Marchionne, CEO perusahaan tersebut, akan melakukan perubahan mendasar dalam menjalankan bisnis Ferrari, yakni selain mengeluarkan varian hybrid, juga akan mencakup kombinasi pembakaran dan elektrifikasi dalam kendaraan.