
Mobil hemat bahan bakar Toyota Calya. TEMPO/Praga Utama
TEMPO.CO, Denpasar - Penjualan otomotif di Bali diperkirakan masih akan positif meskipun ada kebijakan yang berpotensi menghambat penjualan seperti kenaikan biaya pengurusan STNK.Kepala Cabang Auto 2000 Denpasar Haris Prasetya menilai kenaikan biaya STNK hanya akan berdampak sementara. Alasannya masyarakat di Pulau Dewata membutuhkan mobil sebagai alat transportasi.
"Mungkin hanya 3 bulan saja tertahan, setelah itu normal kembali karena masyarakat butuh mobil," tuturnya seperti dimuat Bisnis.com, Rabu, 4 Januari 2017.
Auto2000 Cabang Denpasar optimistis penjualan pada tahun ini bisa mencapai 2.000 unit, naik 15 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 1.700 unit. Harri menekankan kenaikan itu disebabkan daya beli masyarakat Bali meskipun tertekan tetapi masih tetap tinggi disebabkan pertumbuhan industri pariwisata.
Usaha travel di daerah ini memacu peremajaan kendaraan. Ini sebagi layanan kepada wisatawan yang jumlahnya terus bertambah. Adapun sjenis mobil yang laris, di antaranya LCGC (low cost green car). Tahun lalu sebulan kami bisa menjual 200 unit, dan 70 unitnya adalah Calya disusul Agya, dan tahun ini pun masih akan sama," jelasnya.
Menurutnya, segmen bawah lebih diminati karena harganya terjangkau di tengah-tengah masih rendahnya daya beli masyarakat.
BISNIS