
Kendaraan taksi tanpa-sopir dari perusahaan Uber bersiap dalam peluncuran di Pittsburgh, 12 September 2016. AP/Gene J. Puskar
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan sewa kendaraan berbasis aplikasi online Uber Technologies Inc selama bertahun-tahun menggunakan alat rahasia untuk menghindari pihak berwenang.
Alat rahasia tersebut digunakan di pasar di mana layanan sewa kendaraan berbasis aplikasi menghadapi larangan operasi dari penegak hukum.
Baca: Uber Buka Kerjasama dengan Taksi Lokal
Seperti dikutip dari Reuters, Minggu 5 Maret 2017, The New York Times yang pertama kali melaporkan adanya program, yang disebut Greyball. Program ini menggunakan data dari aplikasi untuk mengidentifikasi dan menghindari aparat yang bertujuan menangkap pengemudi Uber.
Seperti diberitakan Times, aparat yang berpura-pura menjadi konsumen untuk menangkap pengemudi Uber bisa diabaikan atau dibatalkan permintaannya dengan alat rahasia tersebut.
Alat rahasia yang digunakan Uber itu memungkinkan tampilan di aplikasi menunjukan tidak ada mobil yang tersedia, dalam rangka mengelabui pihak berwenang. Pihak berwenang yang dikelabui adalah para pejabat di kota-kota tertentu yang tanpa kerangka hukum ingin memberhentikan operasi dari Uber.
Simak: CEO Uber Mundur dari Dewan Penasihat Donald Trump
Seorang juru bicara untuk Uber mengatakan Greyball saat ini masih digunakan, meskipun jumlahnya dikurangi. Selain untuk mengelabui aparat, alat tersebut pun dapat melindungi dari gangguan pesaing hingga penyalahgunaan oleh pengemudi.
BISNIS.COM