Direktur PT. Dyandra Promosindo Hendra Noor Shaleh. TEMPO/Ridian Eka Saputra

Pameran Otomotif Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kamis, 06 April 2017 | 07:01

TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Independen Dyandra Promosindo Bambang Trisulo menyampaikan bahwa pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 dapat mendorong pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini yang ditargetkan 5,4 persen.

"Selama ini, pertumbuhan Industri otomotif menjadi salah satu barometer perekonomian suatu negara. Kalau industrinya tumbuh, artinya positif dalam berkontribusi kepada pertumbuhan pereknomian," kata dia dalam jumpa pers di Upper Room, Annex Building, Jakarta Pusat, Kamis, 6 April 2017.

Baca: Perang Diskon, Persaingan Segmen Motor Sport Semakin Sengit

Tahun ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonedia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit. Menurut Bambang, pameran otomotif di berbagai daerah di Indonesia dapat menjadi pendorong peningkatan penjualan mobil meski situasinya saat ini masih belum menggembirakan.

Bambang mencotohkan, negara-negara lain berlomba menyelenggarakan pameran otomotif bersekala besar lebih dari satu kali dalam 1 tahun. Thailand misalnya, saat ini memiliki 2 kali pameran yang dilakukan pada semester pertama dan kedua.

Baca: Perang Diskon, Persaingan Segmen Motor Sport Semakin Sengit

"Malaysia kabarnya juga akan menambah jumlah pameran menjadi 2 kali. Jepang sudah memiliki sejumlah pameran dalam setahun." ujarnya.

Tahun lalu, IIMS mencatatkan transaksi sebanyak Rp 3 triliun dalam 11 hari pameran. Angka ini jauh di atas target awal yang hanya Rp 2 triliun. Transaksi itu berasal dari jumlah pemesanan kendaraan sebanyak 11.275 unit, terdiri atas kendaraan roda empat 10.559 unit dan sepeda motor sebesar 716 unit.

"Tahun ini naik sedikit targetnya, Rp 3,1 triliun," kata Hendra Noor Saleh, Direktur Dyandra Promosindo.

Hendra optimistis target itu tercapai karena IIMS tahun ini bakal tampil lebih meriah. Apalagi hampir semua agen pemegang merek (APM) mobil di Indonesia ikut serta. "Yang pasti mereka (APM) memiliki sejumlah kendaraan baru yang akan dipamerkan. Ini akan menjadi magnet bagi konsumen untuk datang ke pameran, dan tidak tertutup kemungkin terjadi transaksi pembelian unit kendaraan," ujarnya.

WAWAN PRIYANTO


Komentar