Mobil low cost green car (LCGC) terbaru dari Toyota, Toyota Cayla (Toyota).

LCGC Sering Disalahartikan, Pahami Faktanya

Jumat, 21 April 2017 | 04:53

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyatakan istilah mobil murah harga terjangkau atau yang sering disebut sebagai low cost green car (LCGC) telah salah kaprah.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan dalam Focus Group Discussion tentang Perumusan Peta Jalan Industri Kendaraan menjelaskan, istilah yang tepat untuk program itu adalah kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2).

Menurutnya, penggunaan kata green dalam singkaran LCGC lebih diidentikkan dengan kendaraan listrik. Padahal, mobil dalam program LCGC masih menggunakan tenaga mesin konvensional.

"Lebih baik disebut KBH2, yakni kendaraan penumpang dengan kapasitas mesin tidak sampai 1.200 cc. Ini untuk mempertegas pemaknaan mobil," katanya dalam Focus Group Discussion tentang Perumusan Peta Jalan Industri Kendaraan, Kamis, 20 April 2017.

Adapun untuk kendaraan bermotor hemat energi dengan harga terjangkau yang mengusung mesin di atas 1.200 cc, akan masuk ke program lanjutan KBH2. Saat ini, Kementerian Perindustrian belum menentukan istilah yang tepat untuk program lanjutan ini.

Pemerintah dan pelaku industri hanya sering menyebut program tersebut sebagai low carbon emission vehicle (LCEV).

"Ini juga kendaraan penumpang dengan kapasitas mesin mungkin di antara 1.200 cc sampai 2.000 cc," ujarnya.
BISNIS.COM




Komentar