Fitur G-Vectoring Control (GVC) pada mobil Mazda CX-3 mampu meminimalisasi bodyroll (limbung) saat mobil bermanuver tajam. Sentul, Jawa Barat, 20 April 2017. Tempo/Wawan Priyanto

Fitur Ini Membuat Mazda CX-3 Tetap Stabil Saat Bermanuver Tajam

Jumat, 21 April 2017 | 03:28

TEMPO.CO, Bandung - Pada Kamis-Jumat, 20-21 April 2017, Tempo berkesempatan mencoba untuk pertama kalinya Mazda CX-3. Di hari pertama, test drive menempuh perjalanan dengan rute, Jakarta-Sentul-Puncak-Bandung. Hari kedua, kembali ke Jakarta melalui tol Cipularang.

Mobil ini diluncurkan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) pada 14 Maret 2017. Salah satu misi test drive kali ini adalah mencoba fitur unggulan pada CX-3 yang diklaim pertama kalinya di dunia yakni G-Vectoring Control (GVC).

Product Planing Sales Departement EMI Bonar Pakpahan mengatakan fitur GVC merupakan bagian dari Skyactiv Vehicle Dinamics. Fitur ini akan menambah tingkat kenyamanan dan keselamatan berkendara. "Secara teknis, fitur ini mampu membuat mobil tetap stabil ketika digunakan untuk melaju di berbagai kondisi jalan," kata Bonar di Jakarta, Kamis, 20 April 2017.

Baca:
Harga Jual Mazda CX-3 Diumumkan
Suzuki Ignis Sudah Bisa Dibeli, Mulai Rp 139,5 Juta

Fitur ini, lanjut dia, juga membuat pengendara dan penumpang di dalam CX-3 lebih nyaman saat mobil melanju di jalanan tidak rata maupun berkelok-kelok. Hal ini disebabkan karena fitur ini juga mampu meredam daya guncangan di dalam kabin.

Mazda CX-3 cukup stabil saat bermanuver tajam. TEMPO/Wawan Priyanto

EMI lantas mengujicoba fitur ini di salah satu kawasan terbuka di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat. Dua unit mobil CX-3 disiapkan. Satu telah dilengkapi dengan fitur GVC, satu lagi tidak (karena diimpor lebih dahulu untuk study dan ketika itu belum dilengkapi GVC).

Sebanyak 12 jurnalis dari berbagai media nasional mencoba fitur ini. Hasilnya, CX-3 tanpa GVC sedikit liar saat mobil diajak untuk bermanuver tajam. Mobil mudah sekali ngepot, apalagi saat melalui jalanan tanah yang basah.

Kondisi ini berbeda ketika mencoba CX-3 berfitur GVC. Mobil dengan fitur modern ini terasa lebih mantap saat menikung. Pengendalian menjadi lebih baik ketika melewat jalanan becek dan gejala limbung ketika mobil melaju zig zag juga terasa minim. Saat mencoba fitur ini, kecepatan mobil diatur pada kecepatan konstan 40 kilometer per jam dan tanpa menginjak pedal rem saat bermanuver. "Fitur ini memang bekerja optimal pada kecepatan 30 kilometer ke atas," ujarnya.

Simak:
Mencoba Rasa New Ayla, Apa Saja yang Baru?
Yamaha Xmax 300cc Buatan Indonesia Mulai Diekspor ke Eropa

Bonar menambahkan, overhang yang pendek pada bagian depan dan belakang juga didesain untuk meminimalisasi efek limbung atau body roll saat kendaraan bermanuver tajam. "Nilai lebih dari mobil ini adalah, koreksi setir menjadi lebih minim ketika mobil melaju," katanya.

Fitur GVC juga terasa kental saat mobil melaju menuju Bandung melalui jalur Puncak. CX-3 tampak lebih stabil saat Jalanan menanjak maupun menurun dengan tikungan tajam.

Mobil ini dibekali mesin 2.000cc 4-silinder segaris, DOHC, 16 valve dengan teknologi SKYACTIV-G, dipadu dengan penggunaan transmisi otomatis SKYACTIV-DRIVE 6-speed automatic. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 109 kW pada 6.000rpm dan torsi maksimum 192 Nm pada 2.800 rpm.

Dorongan mesin 2.000cc membuat mobil ini cukuk enteng melibas tanjakan terjal kawasan Punjak. Torsi cukup melimpah mulai dari putaran rendah. Hal ini cukup memudahkan mobil berakselerasi meski dalam kondisi stop & go di jalanan yang menanjak.

Mazda CX-3 di Indonesia ditawarkan dalam dua tipe yaitu Touring dan Grand Touring (GT). Mazda tipe Touring dijual dengan harga Rp 388 juta sementara Mazda CX-3 tipe Grand Touring Rp 435 juta. "Ini harga spesial, hanya berlaku sampai Mei. Setelah itu harga naik," kata Public Relation Expert Eurokars Motor Indonesia Fedy Dwi Parileksono.

Di Indonesia, CX-3 mengisi segmen compact crossover. Di segmen ini, rival yang paling mendekati CX-3 adalah Honda HR-V 1.8L Prestige-Mugen with Premium Entertainment System yang dijual dengan harga Rp 406,45 juta. 

WAWAN PRIYANTO




Komentar