
Logo Taxi Uber. blog.uber.com
TEMPO.CO, Jakarta -Perusahaann jaringan transportasi asal California, Uber Technologies Inc akhirnya mengumumkan secara resmi pemecatan Anthony Levandowski, ahli mobil swakemudi yang dituduh mencuri dokumen rahasia saat ia bekerja di Google.
Baca: Dituding Curi Teknologi Swakemudi Waymo, Begini Jawaban Uber
Pengadilan menyatakan Levandowski bersalah karena telah mencuri dokumen mengenai teknologi swakemudi milik Waymo, anak usaha Google Alphabet. Pengadilan memerintahkan Levandowski yang kini bekerja sebagai ahli teknologi mobil pintar di Uber untuk mengembalikan dokumen. Namun ia tak juga mau menyerahkan kepada Google, ini yang membuat pihak Uber kehilangan kesabaran.
Seperti dilansir dari Reuters, Uber telah mengirimkan surat pemecatan kepada Levandowski, Selasa 30 Mei 2017 yang menyebutkan ia tidak mau mematuhi keputusan pengadilan. Namun pengacara Levandowski enggan memberikan komenter soal pemecatan kliennya itu. Uber kemudian menunjuk Eric Meyhofer untuk menggantikan Levandowski sebagai Kepala Pengembangan Teknologi.
Angela Padilla, penasihat umum Uber menyatakan selama beberapa bulan terakhir pihaknya telah memberikan bukti yang signifikan kepada pengadilan bahwa Uber telah membangun teknologi mobil swakemudi secara independen. Jadi tidak benar kalau dikatakan Uber mencontek teknologi yang dikembangkan Waymo.
Seperti diketahui, uber merekrut Levandowski setelah ia hengkang dari Waymo. Uber berharap perekrutan ahli teknologi mobil pintar yang disegani di Silicon Valley itu bisa membawa perusahaan asal California itu bisa bersaing dengan Waymo.
Baca: Dugaan Pencurian Data, Waymo Temukan Bukti Baru Keterlibatan Uber Namun keputusan Uber merekrut Levandowski berbuntut panjang. Waymo menggugat Uber dalam kasus pencurian dokumen rahasia teknologi mobil pintar. Kepada pengadilan, Levandowski mengaku telah mengunduh lebih dari 14.000 dokumen tanpa sepengetahuan Google sebelum hengkang dari Waymo.
SETIAWAN ADIWIJAYA