TEMPO/Dasril Roszandi

Menjelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Melonjak

Senin, 19 Juni 2017 | 02:19

TEMPO.CO, Jakarta - Masifnya penjualan produk mobil di segmen low cost green car (LCGC) dengan harga jual rata-rata Rp 100–150 juta rupanya tak membuat pasar mobil bekas kepayahan. Penjualan mobil bekas, di sejumlah dealer, tercatat masih bertumbuh. Menjelang Lebaran, pasar mobil bekas terus naik.

"Produk yang masih jadi primadona adalah multi-purpose vehicle," kata Chief Operating Officer Mobil88, Halomoan Fischer, di Jakarta, pekan lalu, seperti dilaporkan Koran Tempo, Senin, 19 Juni 2017. Mobil88 mencatat, selama Ramadan ini, penjualan total Mobil88 telah meningkat 15 persen. "Dan diperkirakan bisa terus naik hingga mendekati Lebaran."

Baca: Pasar Mobil Bekas Tahun Ini Cerah

Fischer menjelaskan, pertumbuhan di pasar mobil bekas masih baik karena sebagian konsumen tak mau menunggu lama untuk memiliki kendaraan. "Terutama untuk mereka yang akan memakai mobilnya untuk mudik."

Prosedur pembelian mobil bekas yang tak bertele-tele dan cepat menjadi pilihan konsumen. "Sementara untuk mobil baru kan harus mengurus administrasi dan menunggu pelat nomor jadi," kata Fischer.

Fischer menjelaskan, salah satu indikasi kondisi pasar mobil bekas yang masih bagus adalah penjualan produk di kelas multi-purpose vehicle yang tinggi. Dia mengambil contoh penjualan mobil baru Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang tetap tinggi, kendati ada produk yang lebih murah seperti Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, atau pendatang baru, Wuling Confero S, yang harganya sekitar Rp 150 jutaan.

Simak: Awal Ramadan, Mobil Bekas Mulai Diburu

"Di pasar mobil bekas, produk-produk Avanza dan Xenia juga tetap jadi favorit, permintaannya paling tinggi," kata Fischer.

Dia menambahkan, sejumlah konsumen ada yang sudah mencari produk mobil bekas Calya dan Sigra. Hal ini menunjukkan pasar MPV tetap menjadi tulang punggung, baik di pasar mobil baru maupun mobil bekas.

Berdasarkan riset yang pernah dilakukan situs jual-beli mobil bekas mobilogue.com, pasar kendaraan bekas lumayan stabil. "Sepanjang 2016 saja sekitar 35 ribu mobil bekas bisa terjual di wilayah Jabodetabek," kata Rayhan Gautama, pendiri situs Mobilogue.

Jika dirata-ratakan, kata dia, penjualan mobil bisa mencapai 100 unit sehari. "Dengan perputaran uang hingga Rp 37 triliun," kata Rayhan. Dia memprediksi, pertumbuhan pasar mobil bekas tahun ini di kisaran 5–10 persen. Dia membenarkan bahwa produk yang jadi favorit konsumen adalah kendaraan di kelas MPV. "Terutama keluaran merek-merek besar karena jaminan purnajualnya."

Simak: Lebaran Dongkrak Penjualan Mobil Bekas Hingga 15 Persen

Adapun tingginya permintaan mobil bekas saat Ramadan menjadi celah untuk tumbuhnya modus-modus penipuan. Praktik kecurangan lain yang sering dijumpai antara lain memanipulasi spidometer seolah-seolah jarak tempuhnya masih sedikit. Selain itu, dokumen kendaraan sering dipalsukan.

Fischer mengatakan, menjelang Lebaran, biasanya konsumen cenderung terburu-buru membeli mobil tanpa mengecek kondisinya lebih teliti. Dia mengingatkan konsumen agar membeli mobil bekas di tempat yang tepercaya, serta memberikan layanan garansi. "Sehingga apabila konsumen mengalami berbagai risiko tersebut, mereka bisa langsung meminta pertanggungjawaban."

PRAGA UTAMA


Komentar