
Fiat. AP/Luca Bruno
TEMPO.CO, Tokyo - Fiat Chrysler Automobiles (FCA) membantah telah memutuskan untuk menghentikan penjualan merek Chrysler dari Jepang. Sanggahan itu disampaikan setelah surat kabar Nikkei dalam tulisannya menyebutkan bahwa FCA berencana menarik merek Chrysler pada awal tahun depan karena dalam beberapa tahun terakhir penjualan terus menurun.
Baca: Skandal Emisi Tak Berpengaruh pada Target Bisnis Fiat Chrysler "Kami tidak punya keputusan menghentikan penjualan merek Chrysler meski pemerintah Jepang lebih fokus pada merek Jeep," demikian penjelasan perusahaan dalam pernyataannya Senin, 19 Juni 2017 seperti dilansir dari Auto News.
Harian Bisnis Nikkei dalam laporannya menjelaskan, FCA memutuskan untuk menghentikan penjualan merek Chrysler karena hanya mampu membukukan penjualan 300 unit pada 2016. Jumlah itu anjlok dibanding pada 2000. Saat ini, FCA akan mengandalkan penjualan merek Jeep, Fiat, Alfa Romeo, dan Abarth.
Saat ini, FCA hanya menjual satu model merek Chrysler, yakni sedan mewah 300 C. Sedangkan dua merek, Fiat dan Jeep mencatat penjualan yang positif. Tahun lalu, Fiat dan Chrysler laku terjual 6.700 dan 9.400 unit serta menjadi 10 mobil terlaris di Jepang.
Baca: Fiat Chrysler Tarik 297.000 Unit Terkait Kantung Udara Pasar mobil di Jepang masih dikuasai merek lokal. Hanya segelintir merek asing yang penjualannya cukup bagus. Tahun lalu, penjualan mobil merek asing mencapai 295 ribu unit, ini hanya seper sepuluh dari total penjualan mobil baru.
SETIAWAN ADIWIJAYA