Petugas melakukan bongkar muat sepeda motor program mudik gratis Kementerian Perhubungan, Stasiun Jakarta Gudang, Kampung Bandan, Jakarta, 30 Juni 2017. Sebanyak 259 motor dari satu rangkaian kereta 8 gerbong Lintas Selatan 1, siap diambil pemiliknya yang mudik menggunakan Kereta Api. ANTARA/Reno Esnir

Prediksi Penjualan Motor Turun, Begini Penjelasan AISI

Selasa, 11 Juli 2017 | 08:47

TEMPO.CO, Jakarta - Pasar otomotif khususnya kendaraan roda dua atau sepeda motor di Tanah Air pada tahun ini diperkirakan tidak sebaik dengan pencapaian pada tahun lalu karena melemahnya daya beli masyarakat. Total penjualan sepeda motor pada tahun lalu mencapai 5,93 juta unit.

Gunadi Sindhuwinata, Penasihat Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), mengatakan melihat kondisi pasar saat ini kelihatannya daya beli masyarakat melemah. Banyak yang menahan diri untuk membelanjakan uangnya termasuk untuk membeli otomotif. "Dalam kondisi pasar seperti saat ini, penjualan motor akan mengalami penurunan sekitar 5 persen dari capaian tahun lalu," kata Gunadi Sindhuwinata melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017.

Data AISI memaparkan selama periode Januari-Mei 2017, total penjualan sepeda motor di Tanah Air mencapai 2.321.079 unit. Dari total penjualan tersebut, Honda menguasai pasar dengan market share sebesar 75 persen, disusul oleh Yamaha 22 persen kemudian Kawasaki 1,6 persen, Suzuki 1,4 persen dan TVS 0,03 persen.

Pada tahun lalu, Honda merajai pasar dengan market share sebesar 73,9 persen, disusul Yamaha 23,5 persen, Kawasaki 1,6 persen, Suzuki 1 persen, TVS 0,03 persen.

Gunadi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,1 persen sebenarnya cukup baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara lain secara global. Namun pertumbuhan tersebut masih belum mampu mendongkrak sektor otomotif terutama dengan kondisi daya beli masyarakat yang melemah seperti saat ini.

"Industri otomotif mau tidak mau harus mencari terobosan-terobosan baru untuk menyikapi situasi pasar yang masih kurang mengangkat penjualan. Misalnya membuka ceruk pasar baru dengan menggunakan aplikasi online. Nah hal ini harus dilakukan agar pasar bisa terus dirangsang untuk melaju," katanya.

Produsen sepeda motor juga tidak boleh stagnan dalam melahirkan produk, model dan desain baru yang memenuhi kebutuhan pasar. "Departemen riset dan pengembangan harus terus menerus melakukan pemantauan pasar, produk apa yang sedang dinantikan oleh konsumen," ucapnya.

GRANDY AJI | JOBPIE S.




Komentar