Mobil listrik GE3 produksi produsen otomotif Cina, GAC Motors pada pameran International Auto Show di Detroit, Amerika Serikat, 9 Januari 2017, China Daily News.

Pabrikan Global Protes Cina Soal Kewajiban Kuota Mobil Listrik

Sabtu, 15 Juli 2017 | 07:00

TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah pabrikan mobil global mengajukan surat keberatan kepada pemerintah Cina terkait kebijakan kewajiban kuota penjualan mobil listrik bila mereka ingin memasarkan produknya di negara itu.

Dalam surat yang salinannya diterima Reuters disebutkan bahwa pabrikan global meminta pemerintah Cina bersikap lebih lunak dalam regulasi di industri mobil listrik. Sebab persyaratan tersebut sangat memberatkan produsen mobil global, demikian bunyi surat itu seperti dilansir dari Auto News, Kamis 14 Juli 2017.

Seperti diketahui pemerintah Cina mewajibkan mulai tahun 2018, sebesar 8 persen kendaraan yang dijual pabrikan harus berupa mobil listrik. Hingga tahun 2025, pabrikan yang memproduksi mobil, sekitar seperlimanya harus berupa kendaraan bertenaga listrik baik full electric maupun plug in hybrid.

Peraturan ini juga mewajibkan pabrikan yang gagal memenuhi target 8 persen harus membayar denda kepada pabrikan pesaing yang berhasil mencapai atau bahkan mampu melebihi target yang ditentukan tersebut.

Produsen otomotif global meminta pemerintah Cina untuk memperlunak persyaratan dan menunda batas waktu pemberlakuan yang ditetapkan tahun depan. "Batas waktu tahun depan terlalu cepat dan sulit dipenuhi dan bila tidak ditunda bisa mempengaruhi produksi yang telah direncanakan sebelumnya, minimal ditunda setahun," jelas surat itu.

Surat itu dikirimkan kepada Kementerian Teknologi Informasi dan Industri Cina pada 18 Juni lalu. Surat itu diteken American Automotive Policy Council (AAPC), European Automobile Manufacturers Association (ACEA), Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) dan Korea Automobile Manufacturers Asosiasi (KAMA).

Baca: Kembangkan Mobil Listrik di Cina, VW Gandeng ...

Kebijakan itu dinilai diskriminatif dan lebih menguntungkan pabrikan lokal karena mereka mendapatkan subsidi dari pemerintah Cina. Produsen mobil global meminta perlakuan sama dengan memberikan insentif untuk impor mobil. Mereka mengingatkan bahwa kebijakan mobil listrik ini bisa mempengaruhi industri otomotif Cina.

SETIAWAN ADIWIJAYA


Komentar